Postingan

Kemenkeu Luncurkan Aplikasi Perizinan Impor Barang Hulu Migas Demi Permudah Layanan

Gambar
Aktivitas penambangan batu bara yang terlihat dari atas kawasan Kalimantan Timur, Jumat (9/11/2018). Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyatakan bahwa batu bara masih akan menjadi sumber energi utama untuk pembangkit listrik di Indonesia hingga 2050. Dalam peta jalan Kebijakan Energi Nasional (KEN) disebutkan bahwa pemanfaatan batu bara dalam bauran energi nasional ditargetkan sekitar 30 persen pada 2025, dan turun menjadi hanya 25 persen pada 2050.  | AKURAT.CO/Sopian   Kementerian Keuangan meluncurkan aplikasi perizinan terpadu atau single submission impor barang operasi untuk kegiatan hulu migas yang diharapkan dapat mempercepat dan memberikan efisiensi bagi dunia usaha khususnya hulu migas. Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dijadwalkan meluncurkan aplikasi tersebut di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (14/10/2019). Dilansir dari Antara, dengan aplikasi tersebut, pengajuan fasilitas fiskal bagi pelaku u...

Bank BJB, Meraih TOP GRC 2019 #4 Stars

Gambar
 Jakarta -   bank bjb  meraih penghargaan TOP Governance, Risk & Compliance (GRC) 2019 #4 Stars. Selain itu, Direktur Kepatuhan  bank bj b,  Agus Mulyana  dinobatkan sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang yang digelar di Jakarta, Kamis (22/8/2019). Jajaran manajemen baru yang akan menjawab tantangan perkembangan digital di tengah persaingan yang kian kompetitif. Jajaran direksi  Bank BJB  saat ini dipimpin oleh Yuddy Renaldi sebagai Direktur Utama,  Agus Mulyana  sebagai Direktur Kepatuhan, Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Rio Lanasier sebagai Direktur IT, Treasury, dan International Banking, Suartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel serta Tedi Setiawan sebagai Direktur Operasional. Bank dengan kode emiten BJBR ini berhasil menorehkan kinerja positif pada Triwulan II 2019.  Dimana  Bank BJB  mencatatkan aset sebesar Rp120,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,4% y...

Direksi Bank BNI Dirombak, Achmad Baiquni Tetap Menjabat Direktur

Gambar
Achmad Baiquni   Setelah Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara, kini giliran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat siang ini (30/8/2019). Hasilnya,  Achmad Baiquni  masih ditetapkan sebagai Direktur Utama  BNI . Dia sebelumnya diangkat dalam RUPS  BNI  pada 17 Maret 2015 dan mendapat persetujuan dari OJK pada 16 April 2015. Lahir tahun 1957,  Baiquni  memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Padjadjaran dan Sarjana (S2) dari Business Management, Asian Institute of Management, Makati, Filipina. Sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur Keuangan BRI (2010 - 2015), Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah BNI (2008-2010), Direktur Korporasi  BNI  (2006 - 2008) dan Direktur Konsumer  BNI  (2003-2006). Selain itu, RUPSLB juga memutuskan pergantian satu direktur yakni Ario Bimo menggantikan Catur Budi Harto ...

Target Partisipasi Pemilih 77,5 Persen Terancam Gagal

Gambar
Ilustrasi Pemilu 2019  | AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba  Peneliti senior Founding Fathers House (FFH), Dian Permata menilai target tingkat partisipasi pemilih yang diharapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 77,5 persen terancam gagal karena masih minimnya pengetahuan pemilih terkait pemilu 2019. Dian menjelaskan, hasil risetnya dan Sindikasi Pemilu Demokrasi (SPD), 94 persen pemilih sudah mengetahui pelaksanaan pemilu. Namun, dari 94 persen itu hanya 57 persen yang mengetahui dengan tepat tanggal pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019, demikian siaran pers yang diterima Antara, Minggu. Selain masih sedikit yang mengetahui dengan tepat soal tanggal pelaksanaan pemilu, hasil riset juga menunjukkan masyarakat masih banyak yang belum mengetahui elemen teknis pemilu yang juga sangat penting untuk dipahami. “Umumnya, pengetahuan pemilih soal elemen teknis tidak menggembirakan. Ini menjadi...

Film A Man Called Ahok Boyong 5 Piala di IBOMA 2019

Gambar
Poster film Film A Man Called Ahok  | AKURAT.CO/Herwanto  Perhelatan akbar Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA) 2019 digelar di Studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (5/4) malam. Membanggakan industri perfilman Tanah Air,  Film A Man Called Ahok boyong 5 piala penghargaan. Pertama, Denny Sumargo memenangkan kategori Pemeran utama terbaik, mengalahkan Adipati Dolken atas filmnya Teman Tapi Menikah. Kedua, Donny Damara raih piala kategori pendukung pria terbaik atas filmnya A Man Called Ahok dan mampu mengalahkan aktor Mandra di film Si Doel the Movie dan Verdi Solaeman di film Suzzanna Bernapas Dalam Kubur. Ketiga, Putrama Tuta raih piala kategori Sutradara Terbaik atas film A Man Called Ahok. Putrama mengalahkan Rako Prijanto di film Teman Tapi Menikah, Fajar Bustomi di film Dilan 1990, Rano Karno di film Si Doel The Movie dan Angga Dwimas Sasongko di film Wiro Sableng. Keempat, Eric Febrian raih piala kategori pendatang baru te...

La Nyalla Diprediksi Akan Melenggang ke Senayan

Gambar
Politisi Partai Bulan Bintang (PBB), La Nyalla Mahmud Mattalitti saat ditemui di rumah pribadi Ma'ruf Amin, Jl. Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.[]  | AKURAT.CO/Kosim Rahman  Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti, diprediksi akan melenggang ke Senayan pada Pemilihan Legislatif 2019, 17 April mendatang. Sebab, jika dilihat dari tingkat popularitas maupun tingkat kesukaan masyarakat Jawa Timur, La Nyalla terbukti mampu menyalip 28 orang caleg lainnya yang juga akan maju melalui jalur DPD. Hal ini terungkap dari temuan hasil survei yang dilakukan Lembaga Media Indonesia pada tanggal 22 Februari sampai 8 Maret 2019 lalu terhadap masyarakat Jawa Timur. "Tingkat kesukaan masyarakat terhadap La Nyalla mencapai sebesar 88,2% disusul incumbent yaitu Abdul Qadir Amir Hartono sebesar 79,6 %," ujar Peneliti Lembaga Indonesia Survey, T. Permadi, Sabtu (16/3/2019). Sementara pada urutan ketiga, Ahm...

Facebook & Medsos Lain Memecah Belah Negara

Gambar
Ilustrasi - Sosial Media  | AKURAT.CO/Ryan  Hal ini berdasarkan sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Wall Street Journal dan NBC News. Sebenarnya bukan hasil survei yang mengejutkan juga, mengingat beberapa tahun terakhir ini Facebook memang terus mengalami krisis kepercayaan dalam menjaga data pribadi penggunanya. Mengutip laporan dari Fast Company, Selasa (9/4), tidak hanya Facebook yang tidak dipercaya. 37 persen orang Amerika juga tidak mempercayai Google dengan data mereka, 35 persen tidak mempercayai pemerintah federal, dan 28 persen tidak mempercayai Amazon dengan alasan yang sama. 57 persen orang Amerika percaya bahwa media sosial cenderung memecah belah negara daripada menyatukannya. 74 persen orang Amerika berpikir bahwa membiarkan perusahaan media sosial mengumpulkan dan menggunakan data mereka dengan imbalan layanan gratis bukanlah pertukaran yang adil. Media sosial dianggap selalu menjadi masalah karena menyebarkan informasi yang tidak benar...