Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mukhamad Misbakhun

Misbakhun Sangat Bersyukur Dirinya Telah Bebas Segala Tuduhan

Gambar
Dikabulkannya permohonan  Misbakhun  untuk melakukan Peninjauan Kembali (PK) kasus Misbakhun atas tuduhan pemalsuan letter of credit (L/C) Bank Century memunculkan dugaan kuat jika  kasus Misbakhun  sengaja di kriminalisasikan karena dirinya sangat kritis terhadap kasus Bank Century. Bambang Soesatyo, mengatakan bahwa  kasus Misbakhun  memang sudah direkayasa sejak awal disangkakan kepada politikus partai Golongan Karya (Golkar) itu. "Rekayasa dimulai dari penyidikan, penuntutan hingga pengadilan," katanya melalui pesan singkatnya kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (28/7/2012). Bahkan muncul juga dugaan bahwa  kasus Misbakhun  ini terjadi karena tuduhan  Misbakhun korupsi , padahal kasus yang menimpa Misbakhun ini tidak ada kaitannya dengan  Misbakhun korupsi. Disinggung soal pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie yang mempertanyakan kredibilitas hakim yang memutus permohonan PK  kasus Misbakhun,  Bambang mene...

Gara-gara tudingan Misbakhun divonis bersalah

Gambar
Mantan DPR  Muhammad Misbakhun,  terkena  kasus  skandal Bank Century,   Sabtu (27/4/2013) ini, teringat saat ia mulai ditahan atas  kasus  yang menuduhnya di markas besar Kepolisian Negara RI karena tuduhan  Misbakhun Korupsi  memakai L/C palsu di Bank Century pada tanggal 26 April silam. Gara-gara tudingan akhirnya  Misbakhun  divonis bersalah dan dihukum dengan kasus yang di alaminya selama setahun oleh pengadilan.  Misbakhun  adalah salah seorang dari anggota Panitia Khusus Bank Century di DPR yang vokal mengusut skandal yang diduga melibatkan Gubernur Bank Indonesia dan serta pejabat lainnya pada tahun 2008 itu. Di pengadilan tinggi,  Kasus Misbakhun  ditambah setahun hukumannya. Mahkamah Agung (MA) kemudian mengukuhkan hukumannya tetap 2 tahun. Namun, dengan novum baru yang diajukannya lewat peninjauan kembali (PK), akhirnya MA membebaskannya secara murni semua tuduhannya  Misbakhun Ko...

"semua Kasus Misbakhun Direkayasa"

Gambar
Jakarta,- Bambang Soesatyo, mengatakan bahwa kasus Misbakhun memang sudah direkayasa sejak awal disangkakan kepada politikus partai Golongan Karya (Golkar) itu. Dikabulkannya permohonan Misbakhun untuk melakukan Peninjauan Kembali (PK) kasus Misbakhun atas tuduhan pemalsuan letter of credit (L/C) Bank Century memunculkan dugaan kuat jika kasus Misbakhun sengaja di kriminalisasikan karena dirinya sangat kritis terhadap kasus Bank Century. Bahkan muncul juga dugaan bahwa kasus Misbakhun ini terjadi karena tuduhan Misbakhun korupsi , padahal kasus yang menimpa Misbakhun ini tidak ada kaitannya dengan Misbakhun korupsi. "Rekayasa dimulai dari penyidikan, penuntutan hingga pengadilan," katanya melalui pesan singkatnya kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (28/7/2012). Disinggung soal pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie yang mempertanyakan kredibilitas hakim yang memutus permohonan PK kasus Misbakhun, Bambang menegaskan, jika ada dugaan jika putusan Pengadilan N...

Jadi Pembelajaran Tersendiri untuk Sang Penguasa

Gambar
Kasus Misbakhun bisa menjadi pembelajaran untuk para petinggi atau tersendiri tentang apa yang sudah menimpa mantan anggota DPR dan salah seorang inisiator Hak Angket Bank Century. Mukhamad Misbakhun . Tidak boleh lagi ada pemimpin yang mempergunakan kekuasaannya untuk "membungkam" anak bangsa yang kritis dan mengungkapkan sebuah kasus, seperti kasus Misbakhun. "Penguasa yang tirani seperti itu, cepat atau lambat akan menuai badai karena yang menyedihkan saat mereka tidak lagi berkuasa, mereka akan menghadapi pengadilan dan hukuman yang sama," kata Bambang, yang juga salah seorang inisiator hak angket kasus Bank Century di DPR. Bambang kemudian memberikan contoh kasus yang sama seperti, mantan Presiden Moamar Khadafi di Libya yang mati di selokan. Mantan Presiden Filipina Arroyo yang menjadi pesakitan di pengadilan dengan tuduhan terlibat dalam kecurangan, dan mantan-mantan penguasa di berbagai belahan dunia lain yang saat memerintah berlaku zhol...

DIDUGA MELAKUKAN KONSPIRASI

Gambar
⥢⥣⥤⇆⇇⇈⇉ Masyarakat sedang dibuat heboh dengan adanya sebuah artikel yang berisi tentang hasil-hasil investigasi tentang kasus dibalik  Bank Century   hingga menjadi  Bank Mutiara   yang saat ini diasuh oleh J-Trust Bank oleh laman berita Asia Sentinel. Dalam hasil investigasinya, terungkap dengan adanya dugaan konspirasi pencurian uang negara. Media tersebut menyebutkan bahwa peristiwa itu sebagai “Penerintah Para Pencuri terbesar dalam sejarah Indonesia”. Artikel tersebut ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, dan sebanyak 30 orang pejabat terseret dalam skema pencurian akbar tersebut, termasuk juga Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Anggota Dewan  Mukhamad Misbakhun   turut serta memberikan komentar terhadap sebuah pemberitaan Asia Sentinel tersebut melalui akun medsosnya. Pejuang perpajakan tersebut terpantau melalui linimasa twiternya  @ MMisbakhun   menuliskan,  " Semog...

Undangan Jumpa Pers berkop Ratna Sarumpaet Crisis Center

Gambar
Seorang Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun merasa jadi sasaran hoaks. Penyebabnya adalah beredarnya undangan jumpa pers dalam bentuk PDF berkop Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) di ruang kerja anggota Fraksi Partai Golkar DPR itu terkait Ruben PS Marey yang konon menjadi korban pemblokiran rekening akibat kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani. Misbakhun menyatakan, dirinya tak pernah berhubungan dengan RSCC dalam bentuk apa pun. “Bahkan saya tidak tahu ada lembaga itu (RSCC, red),” ujarnya melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Minggu (16/9). Legislator yang dikenal getol mendukung Presiden Jokowi itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat kesepakatan dengan RSCC untuk memfasilitasi undangan jumpa pers di ruang kerjanya besok (17/9). Bahkan, Misbakhun sama sekali tak tahu subtansi masalah kasus pembekuan rekening yang disebutkan milik Ruben S Marey S.Sos dan kawan-kawan sebagaimana tertulis ...